Home Home Mudik Jawaban Ketidaksempurnaan Medsos

Mudik Jawaban Ketidaksempurnaan Medsos

373
0

*M U D I K*

Pak nggak mudik? Setiap kali ketemu orang yang kenal di tanya seperti itu, apalagi tetangga , rutin tiap tahun menanyakan soal pulang kampung.

Kampungnya di mana pak, saya jawab singkat, bahwa kampung saya di kampung rambutan dan kampung melayu.

Mudik merupakan kata kerja nyang berasal dari kata ” udik ” Me-udik yang artinya kampung atau desa, secara terminologi berarti pulang kampung halaman. karena rumah sejatinya adalah kampung halaman.

Mudik , berduyun duyun mendatangi kembali sejarah dikampung halamanya dan washilah kesejarahan keluarganya.

Mudik tidak lepas dari hadirnya Idul Fitri yang di sambut dengan gemuruh dan gegap gempita,

Etalase kecerdasan dan keunggulan bangsa Indonesia, khususnya umat islam Indonesia, lebih khusus lagi organisasi NU, ketika kultur yang ada mampu mengakomodasi budaya baru untuk kemudian melahirkan tradisi khas yakni mudik.

Inilah yang mungkin jadi gagasan brilian dari Prof. Dr. KH. Said Aqil Siraj MA. tentang Islam Nusantara.

Mudik adalah mekanisme budaya, dimensi memory kehidupan, kampung di mana kita di lahirkan dan di besarkan, romantisme masa kecil yang penuh berbentang ribuan kenangan..

*Kyai Abdul Muiz Ali , Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI* *pusat* , di samping membahas sejarah dan hukum mudik, beliau menjelaskan , bahwa sesungguhnya mudik Bentuk Rasa Cinta tanah Air, sebagaimanab Rasulullah Saw sangat mencintai tanah kelahiranya, Yaitu Makkah.

Mudik selalu menjadi magnet, peredam segala kerinduan. Kepala Negara dan seluruh pejabat Negara di kerahkan untuk memantau mudik, bahkan instansi menyediakan mudik gratis, tidak ketinggalan PBNU turut berpartisipasi.

Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, Marlison Hakim, proyeksi perputaran dan peredaran uang selama ramadhan dan mudik lebaran Rp 175 triliun. *Fantastis* .

Lihat di TV antrian mobil, kemacetan luar biasa, uang , bensin , waktu, jarak tempuh, tak pernah terpikirkan, ada yang naik motor menantang resiko, rasionlitasnya sebenarnya cukup menyiksa diri.

Tapi yang terjadi sebaliknya, mereka senang, mereka bahagia, mereka riang gembira , mereka suka dan tertawa. Karena mudik adalah bahasa kalbu.

Kenapa.?

Dua tahun tidak mudik nengidap balas dendam onggokan kerinduan.

Sudah ada Wa, sudah video call, sudah telpon telponan, walaupun platfrom media komunikasi sudah mampu memfasilitasi tapi serasa tak sempurna , ingin *menikmati totalitas* *menjemput kebahagiaan* . *Melepas rindu* .* *Kuudu* *Mudik** .

Hanya tetaplah berhati hati dan tetap jaga diri, tetap jaga protokol kesehatan. dan jangan boros borosan.

 

Catatan Abah

Dikutip dari grup whatsapp

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here