Cibarusah – Ketika mendekati Bulan Suci Ramadhan, terkedang ada istilah ancang-ancanng atau persiapan puasa dengan mengarahkan anak untuk belajar puasa dulu sebelum masuk bulan Ramadhan.
Ada riwayat hadits dari Imam Ahmad, Abu Dawud dan Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda:
اِذا انتصفَ شَعْبَانَ… فلا تصوموا حتى يكون رمضان
ِArtinya: “Jika telah masuk pertengahan (bulan) Sya’ban, maka janganlah kalian berpuasa, (tunggulah) sampai masuk bulan Ramadhan”.
Dari hadits tersebut, berpuasa setelah pertengahan bulan Sya’ban (pada hari syak) hukumna adalah haram dan tidak sah, kecuali pada tiga masalah, maka hukumnya boleh dan sah, yaitu:
- Jika puasa wajib, seperti puasa qodlo (pembayaran hutang puasa) fardhu atau sunnah, atau kaffaroh.
- Jika mempunyai rutinitas (kebiasaan) berpuasa, seperti terbiasa puasa hari senin dan hari kamis.
- Jika puasanya tersambung dengan tanggal 15 Sya’ban, maka boleh baginya puasa pada tanggal 16 Sya’ban dan seterusnya. Dan apabila terputus tidak berpuasa dalam hari-hari tersebut, maka tidak boleh berpuasa lagi pada hari berikutnya.
Demikian penjelasan mengenai puasa pada pertengahan bulan Sya’ban semoga bermanfaat.
Ust. Ghozali Abdul Kohir Pengasuh Ponpes Bahjatul Wuduh Cibarusah Pengurus DMI Desa Sindangmulya








