Home Home Lupa Niat Keburu Subuh

Lupa Niat Keburu Subuh

697
5

Cibarusah – Puasa di bulan Ramadhan adalah merupakan salah satu dari rukun islam yang lima. Faidah puasa di bulan Ramadhan sangat besar sekali dan amalan-amalan kebaikan yang dilakukan di bulan Ramadhan itu berkali lipat fadilahnya dari bulan-bulan selain Ramadhan.

Agar fadilah puasa Ramadhan dapat diraih, tentunya minimal harus bisa menjaga agar ibadah puasa tersebut dihukumi sah. Sah dan tidaknya ibadah adalah tergantung bagaimana dia bisa menjalankan rukun dalam ibadah tersebut. Adapun rukun dalam ibadah puasa hanya ada dua, yaitu niat dan meninggalkan perkara yang dapat membatalkan puasa.

Perkara niat merupakan pokok setiap amal, sebagaimana sabda Nabi SAW;

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإنَّمَا لِكُلِّ امْرِىءٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوُلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوِ امْرأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إلَيْهِ

“Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya, sedangkan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan yang diniatkannya. Maka, barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barangsiapa yang hijrahnya kepada dunia yang ingin diraih atau wanita yang ingin dinikahi maka hijrahnya kepada apa yang dia berhijrah kepadanya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Hadits ini merupakan bagian dari dasar-dasar agama. Di samping itu, sebagai ungkapan Nabi yang ringkas dan komprehensif. Semua bab tentang hukum-hukum Islam, masuk dalam kategori hadis ini.

Selanjutnya bagaimana ketika seseorang lupa dengan niat dalam berpuasa di bulan Ramadhan? Sabda Nabi SAW:

مَنْ لَمْ يُبَيِّتِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ

“Barangsiapa yang tidak berniat puasa pada malam hari maka tak ada puasa baginya.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Nasai, Tirmidzi, dan Ibnu Majah; lihat Hasan Sulaiman Nuri dan Alwi Abas al-Maliki, Ibanatul Ahkam fii Syarhi Bulughil Maram, juz 2, hal. 376)

Seperti dijelaskan Syeikh Nawawi al-Bantani dalam Kâsyifatus Sajâ, untuk puasa wajib, termasuk puasa bulan Ramadhan, niat yang demikian itu harus dilakukan setiap malam karena puasa dalam tiap-tiap harinya adalah satu ibadah tersendiri. Dengan demikian, bila seseorang lupa belum berniat pada malam hari maka puasa pada siang harinya dianggap tidak sah.

Ada beberapa alternatif bagi yang lupa niat puasa, yaitu:

  1. Bertaqlid kepada Madzhab Al Imam Abu Hanifah ra yang menyatakan bahwa bagi yang lupa tidak niat berpuasa sebelum subuh dihukumi boleh dan sah hukum puasa seseorang jika niat puasanya dilakukan setelah subuh dan sebelum masuk dzuhur.
  2. bertaqlid kepada Madzhab Imam Malik yang menyatakan puasa pada bulan Ramadhan cukup dengan satu kali niat untuk puasa satu bulan penuh.
  3. Bertaqlid kepada Madzhab Imam Abu Hanifah yang membolehkan niat puasa selepas subuh sampai sebelum dzuhur.

Dengan demikian maka orang yang lupa berniat puasa pada malam hari masih dapat terselamatkan puasanya. Namun sekali lagi perlu ditegaskan bahwa solusi ini hanya untuk mereka yang lupa tidak berniat, bukan sengaja tidak berniat di malam hari.

Wallahu a’lam

Ust. Anwar Rojuhas

DMI Cibarusah Jaya

 

 

5 COMMENTS

  1. Terimakasih atas pelajaran nya pak,semoga ilmu nya berkah dan bermanfaat bagi orang lain yang membaca.
    Pas banget penjelasannya, terlebih lagi saya sering lupa niat karna habis sahur tidur lagi

Leave a Reply to Nailah putri herissta Cancel reply

Please enter your comment!
Please enter your name here